Gojek Terintegrasi dengan PeduliLindungi Mulai Oktober

Ilustrasi helm milik pengendara Gojek. - Reuters/Beawiharta
28 September 2021 13:07 WIB Rahmi Yati Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Mulai Oktober 2021, masyarakat bisa mengakses PeduliLindungi melalui Gojek.

VP of Corporate Communications Gojek Audrey P. Petriny mengatakan bahwa integrasi tersebut bertujuan untuk mengatasi keluhan masyarakat yang tidak bisa mengunduh aplikasi PeduliLindungi karena memori telepon pintar (smartphone)-nya penuh, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19.

“GoTo berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan [Kemenkes] menghadirkan fitur PeduliLindungi di aplikasi [Gojek/Tokopedia/GoPartner]. Hal ini merupakan upaya GoTo mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (28/9/2021).

Audrey menyebut, melalui kolaborasi itu masyarakat akan dapat melakukan check-in serta check-out setiap berkunjung ke tempat umum lewat fitur PeduliLindungi yang saat ini sedang dalam tahap uji coba untuk sebagian pengguna melalui aplikasi Gojek, Tokopedia, dan GoPartner.

“Proses verifikasi dan pengelolaan sistem PeduliLindungi sepenuhnya dilakukan Kemenkes. Sebagai salah satu mitra platform digital Kemenkes, GoTo selalu berkoordinasi dengan Kemenkes terkait sistem aplikasi PeduliLindungi, termasuk perihal keamanan data pribadi,” tambahnya.

Sebelumnya, Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan bahwa Oktober nanti, masyarakat bisa mengakses fitur aplikasi PeduliLindungi melalui platform digital lain.

Dia menuturkan bahwa saat ini pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai platform digital, seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, termasuk Jaki, aplikasi layanan publik yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurutnya, dengan adanya integrasi ini, masyarakat tidak harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi secara langsung, namun tetap bisa memanfaatkan fitur-fiturnya melalui aplikasi di platform digital lain.

“Aplikasi yang paling banyak digunakan ini kan, seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya. Itu bisa digunakan untuk masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” kata Setiaji dalam diskusi daring, Jumat (24/9/2021).

Sumber : JIBI/Bisnis.com