Begini Curhatan Mark Zuckerberg Setelah Facebook, Instagram, dan Whatsapp Down

CEO Facebook Mark Zuckerberg/ - JIBI
06 Oktober 2021 18:37 WIB Jessica Gabriela Soehandoko Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Mark Zuckerberg, menulis catatan yang untuk para karyawan di perusahaannya pada Rabu (6/10/21).

Catatan tersebut berisi mengenai tanggapannya pada saat layanan Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang sempat down, dan mengenai debat publik dan liputan yang tidak mencerminkan perusahaannya.

Dalam membahas layanan yang sempat down, Mark mengatakan bahwa hal tersebut merupakan pemadaman terburuk yang pernah mereka alami selama bertahun-tahun. Selain itu, dirinya juga tidak memikirkan mengenai orang-orang yang beralih ke platform lain atau uang yang hilang, namun menyadari dampak dari layanan mereka yang cukup besar.

“Kekhawatiran yang lebih dalam dengan pemadaman seperti ini bukanlah berapa banyak orang yang beralih ke layanan kompetitif atau berapa banyak uang yang hilang, tetapi apa artinya bagi orang-orang yang mengandalkan layanan kami untuk berkomunikasi dengan orang yang dicintai, menjalankan bisnis mereka, atau mendukung komunitas mereka” Ucapnya.

Kemudian, Mark membahas mengenai berbagai tuduhan dan debat mengenai layanannya. Dirinya mengatakan bahwa mereka sangat peduli dengan keselamatan, kesejahteraan dan kesehatan mental. Namun, berbagai klaim yang masuk menurutnya tidak masuk akal.

Berbagai tuduhan yang Mark tanggapi adalah mengenai bahwa dirinya mengabaikan berbagai penelitian, tidak peduli dalam memerang konten berbahaya, menyembunyikan hasil mereka, dan mengenai media sosial yang bertanggung jawab atas polarisasi masyarakat seperti yang diklaim beberapa orang.

“Inti dari tuduhan ini adalah gagasan bahwa kami memprioritaskan keuntungan di atas keselamatan dan kesejahteraan. Itu tidak benar.” ucapnya dalam membahas mengenai tuduhan-tuduhan tersebut.

Mark mengatakan jika mereka memang melakukan hal tersebut, lalu mengapa mereka membuat berbagai penelitian, memperkerjakan lebih banyak orang untuk memerangi hal tersebut, menetapkan transparansi dan mengatakan bahwa mengapa polarisasi di AS tetap datar atau menurun di banyak negara dengan penggunaan media sosial yang sama beratnya di seluruh dunia.

Mark juga mengatakan bahwa mereka selalu memaksimalkan fitur untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan yang juga disesuaikan oleh umur, menyesuaikan layanan iklan yang terhindar dari konten yang berbahaya.

Selain itu, Mark juga membahas bahwa dari hasil penelitian, banyak remaja yang dapat melewati masa sulitnya dikarenakan Instagram, terutama dalam membahas mengenai permasalahan kesepian, kecemasan, kesedihan, dan masalah makan.

Mark juga mengatakan bahwa dirinya tidak percaya bahwa perusahaan swasta harus membuat keputusan sendiri. Oleh karena itu, mereka menganjurkan peraturan internet yang diperbarui selama beberapa tahun yakni pada kongres. Hal ini meliputi regulasi dalam konten pemilu, konten berbahaya, privasi dan persaingan.

Namun dibalik permasalahan tersebut, Mark juga mengatakan bahwa dalam jangka panjang mereka akan tetap memberikan pengalaman yang dapat meningkatkan kehidupan masyarakat, yang akan menjadi lebih baik bagi komunitas dan bisnis kita.

“Saya telah meminta para pemimpin di seluruh perusahaan untuk mendalami pekerjaan kami di banyak area selama beberapa hari ke depan sehingga Anda dapat melihat semua yang kami lakukan untuk mencapainya.”

Di akhir tulisan, Mark juga mengatakan bahwa dirinya bangga terhadap hal yang telah mereka lakukan terutama dari hasil dampak nyata yang mereka berikan, terutama mengenai layanan untuk saling berhubungan dengan orang yang kita cintai, menemukan komunitas dan dapat menciptakan peluang.

“Saya bangga dengan semua yang kami lakukan untuk terus membangun produk sosial terbaik di dunia dan berterima kasih kepada Anda semua atas pekerjaan yang Anda lakukan di sini setiap hari”.

Sumber : JIBI/Bisnis.com