19 Planet Terdeteksi Gara-gara Cahaya Aurora

Tata Surya - Reuters
16 Oktober 2021 23:57 WIB Ayyubi Kholid Saifullah Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Para astronom mendeteksi 19 exoplanet tersembunyi atau planet yang mengorbit bintang jauh pada 11 Oktober 2021 lalu.

Mereka menemukan kandidat exoplanet ini melalui interaksi planet dengan bintang induknya, yang merupakan katai merah kecil dan redup. Joseph Callingham dari Universitas Leiden memimpin penelitian baru ini. 

"Kami telah lama mengetahui bahwa planet-planet di tata surya kita memancarkan gelombang radio yang kuat saat medan magnetnya berinteraksi dengan angin matahari. Proses yang sama ini mendorong aurora indah yang kita lihat di kutub Bumi," ujarnya. 

Para astronom pertama kali mengira mereka telah mendeteksi sebuah planet melalui gelombang radionya pada 2020. Planet itu diperkirakan mengorbit sebuah bintang bernama GJ1151 .

Mereka percaya bahwa sinyal radio yang mereka deteksi terjadi dengan cara yang sama seperti Bumi dan Jupiter memancarkan gelombang radio karena interaksi medan magnet mereka dengan angin dari matahari.

Rekan penulis Harish Vedantham dari Institut Belanda untuk Radio Astronomi menjelaskan bahwa mereka menyimpulkan keberadaan planet-planet tersembunyi dari pemahaman bagaimana planet-planet di tata surya kita menciptakan gelombang radio. Vedantham berkata:

"Bumi kita sendiri memiliki aurora, yang umumnya dikenal di sini sebagai cahaya utara dan selatan. Aurora yang indah ini juga memancarkan gelombang radio yang kuat. Ini dari interaksi medan magnet planet dengan angin matahari. Tetapi dalam kasus aurora dari Jupiter, mereka jauh lebih kuat, karena bulan vulkaniknya Io meledakkan material ke luar angkasa, mengisi lingkungan Jupiter dengan partikel yang mendorong aurora yang sangat kuat. Model kami untuk cahaya radio dari bintang-bintang kami ini adalah versi Jupiter dan Io yang diperbesar, dengan sebuah planet ekstrasurya yang diselimuti medan magnet bintang, memasukkan material ke dalam arus besar yang juga memberi daya pada aurora terang pada bintang itu sendiri. Ini adalah tontonan yang telah menarik perhatian kita dari jarak beberapa tahun cahaya."

Langkah selanjutnya, para ilmuwan mengkonfirmasi keberadaan planet yang dicurigai.

Untuk melakukan ini, mereka akan melakukan pengamatan optik bersama dengan mencari periodisitas dalam sinyal radio. Callingham menjelaskan:

"Lampu radio akan menyala dan mati seperti mercusuar, dan kami berharap dapat melihat periodisitas itu dalam data LOFAR baru."

LOFAR dapat mendeteksi sinyal hingga 165 tahun cahaya. Sebuah teleskop baru yang dijadwalkan untuk tahun 2029, Square Kilometer Array , akan memperluas jangkauan itu. Para astronom memperkirakan bahwa dengan Array Kilometer Persegi yang baru, mereka akan dapat melihat ratusan bintang target ke jarak yang jauh lebih jauh.

Sumber : JIBI/Bisnis.com