Pesawat Penumpang Nirawak Dikembangkan di Bantul

Co-Founder Frogs Indonesia, Asro Nasiri pada Jumat (8/10/2021) menunjukkan sejumlah drone buatan Frogs Indonesia yang diproduksi di Bangunharjo, Sewon, Bantul. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
16 Oktober 2021 19:57 WIB Catur Dwi Janati Tekno Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Frogs, sebuah perusahaan di Kabupaten Bantul memproduksi pesawat nirawak atau drone. Beberapa jenis drone mereka buat dengan fungsi berbeda-beda. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Catur Dwi Janati.

Sebuah benda mirip helikopter terpajang di sebuah ruangan. Hanya, benda dengan dua kursi di dalamnya itu tidak memiliki rotor di bagian atas maupun ekornya.

Justru rotor yang menjadi penggerak benda tersebut  berada di bagian depan kanan-kiri serta bagian belakang kanan dan kiri. Benda itu diberi nama Drone Passenger F282. Seusai namanya, pesawat nirawak itu digadang-gadang menjadi drone penumpang pertama di Indonesia yang bahkan belum dimiliki negara Asia Tenggara lainnya.

Hebatnya lagi, pesawat nirawak tersebut diproduksi di Bantul oleh perusahaan bernama Frogs. Tak hanya Drone Passenger F282 yang dibuat. Sejumlah pesawat nirawak dengan berbagai fungsi juga sudah diproduksi.

Sekar Agri Drone Sprayer, merupakan pesawat nir awak yang berfungsi untuk pertanian. Selain itu, juga ada pesawat nirawak yang andal dalam pemetaan wilayah berjenis Aksa Drone Aerial Mapping. Selain kedua drone tadi, Frogs Indonesia juga menciptakan produk Nagari Drone Surveillance, dan Pandawa Drone Cargo.

Pesawat nirawak buatan Frogs berjenis Sekar Agri Drone Sprayer adalah primadona para pengusaha pertanian. Co-Founder Frogs Indonesia, Asro Nasiri, menjelaskan satu unit drone Sekar Agri Drone Sprayer mampu mengusung 10 liter material berbentuk liquid di dalamnya untuk disemprotkan ke belasan lahan pertanian.

Teknologi buatan pabrik yang berdiri di Bangunharjo, Sewon, Bantul, itu tentu jadi solusi lahan pertanian atau perkebunan yang letaknya sulit dijangkau atau jauh dari sumber air.

"Ini bisa menampung 10 liter, satu hari bisa menyemprot 12 hektare. Itu yang kecil, yang kapasitasnya lebih besar juga ada," ujarnya pada Jumat (8/10/2021).

Sejak tanam hingga panen, tanaman akan membutuhkan air. Bila hanya air untuk penyiraman rutin, Sekar Agri Drone Sprayer jelas mumpuni untuk mengangkut dan menyemprotkannya. Bahkan bila tanaman butuh asupan nutrisi pupuk cair atau pestisida sekalipun, Sekar Agri Drone Sprayer juga mampu membantu aktivitas petani, dari masa vegetatif sampai generatif, dari budi daya sampai peneliharaan.

Awalnya Frogs hanya memproduksi pesawat nirawak, tetapi lambat laun jasa penyewaan drone untuk pertanian terus meningkat. Akhirnya,

Frogs mendirikan anak perusahaan khusus yang bekerja di bidang pelayanan jasa drone. "Kalau sekarang ini pasar Indonesia banyak di pertanian. Banyak sekali demand untuk penyemprotan terutama di luar Jawa. Di perkebunan akasia, kaktus yang lahannya ribuan hektare, itu enggak mungkin di-handle dengan manual. Kita bahkan cukup kewalahan menangani itu," ujarnya.

Sekar Agri Drone Sprayer memang jadi salah satu andalan Frogs Indonesia. Tak hanya lahan, selama pandemi banyak wilayah yang menggunakan jasa Sekar Agri Drone Sprayer untuk menyemprotkan desinfektan. Frogs pun bekerja sama dengan pemangku kebijkan terkait di Indonesia. "Kami terkait penyemprotan bekerja sama dengan pertanian sudah, kemudian kerja sama operasional dengan Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Meski bersaing dengan perusahaan lain yang mengusung drone produk luar negeri, Asro justru melihat drone lokal memiliki keunggulan dalam sisi perawatan. "Kita bersaing dengan perusahaan lain yang menggunakan drone luar negeri, tapi kelebihan kita karena buat sendiri dan desain sendiri, servisnya sangat cepat. Hari ini ada masalah besok sudah bisa terbang lagi, kalau produk lain perlu waktu tiga pekan untuk bisa terbang lagi," katanya.

Melalui drone lokal dalam negeri, data lahan pertanian hingga waktu pemeliharaannya dapat digunakan bangsa Indonesia sendiri. "Sekar Agri Drone Sprayer dan Drone Passenger F282 menjadi drone pertama di Indonesia yang diproduksi pabrikan. Bahkan Drone Passenger belum ada di Malaysia dan Singapura, baru ada di Bantul," katanya.

CEO Frogs Indonesia, Teguh Prasetyo, menambahkan perusahaannya juga memiliki pesawat nirawak yang andal dalam pemetaan wilayah berjenis Aksa Drone Aerial Mapping. Selain kedua drone tadi, Frogs Indonesia juga menciptakan produk Nagari Drone Surveillance, Pandawa Drone Cargo dan Drone Passenger F282.

"Saat ini sudah banyak kota di Indonesia telah mempercayai Frogs Indonesia dalam jasa penyemprotan dengan menggunakan Sekar Agri Drone Sprayer di banyak tempat seperti Karawang, Kalasan, Pekanbaru, hingga Banyuwangi,” ujarnya.

Permintaannya yang terus melonjak, membuat perusahaan memindahkan pabriknya untuk memperluas cakupan pengembangan produksi drone. Pasalnya tidak hanya drone skala kecil yang dibuat, drone kargo berbobot 250 kilogram pun bakal dikembangkan di Frogs Indonesia.

“Wajah baru kantor Frogs Indonesia ini akan menjadi pendorong untuk terus melakukan peneliltian dan pengembangan teknologi pesawat udara tanpa awak agar dapat memberikan kontribusi," ujar Teguh.

Di pabrik yang baru, 5-10 drone dapat selesai diproduksi tiap bulannya. Jauh lebih banyak ketimbang kantor sebelumnya. "Pindahnya kantor kami besar harapannya Frogs Indonesia bisa berkembang pesat dan mampu berkontribusi lebih ke masyarakat dengan produk smart drone yang kami produksi," kata Teguh.