Mahasiswa Jogja Ciptakan Aplikasi untuk Merekam Riwayat Hidup

Mahasiswa menunjukkan aplikasi Conect yang bsia merekam daftar riwayat hidup. - Ist.
30 Oktober 2021 06:57 WIB Sunartono Tekno Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jogja berhasil menciptakan sebuah aplikasi untuk merekam curriculum vitae atau daftar riwayat hidup seseorang. Aplikasi bernama Conect ini memudahkan penggunanya dalam melakukan personal branding dan menjadi referensi untuk mencari pekerjaan.

Salah satu pendiri Conect Alifatullah menjelaskan aplikasi tersebut diciptakan bersama beberapa mahasiswa lain untuk membangun personal branding yang nyata dan mendalam. Cara kerjanya dengan menerbitkan single identify dengan beberapa keunggulan data. Aplikasi tersebut bisa menghadirkan sistem yang dapat memverifikasi data, kebenaran dan dan terintegrasi dengan organisasi profit maupun non profit.

BACA JUGA : Mahasiswa UNY Bikin Aplikasi untuk Mengurangi Aksi Klithih

“C-Identity ini tidak hanya untuk individual tetapi juga bisa menerbitkan identitas untuk keluarga dan identitas organisasi. Untuk mendapatkan aplikasi masih kami pasang di website kami,” kata mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) semester VII ini.

Ia menambahkan aplikasi ini memudahkan penggunanya tanpa harus menginput daftar riwayat hidup secara manual ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. Selain itu dapat dicek validitas data dan bisa terintegrasi dengan organisasi maupun perusahaan.

“Jadi daftar riwayat hidup ini hanya cukup diinput sekali, kemudian secara otomatis dapat terupdate otomatis di aplikasi tersebut dan terpenting dapat terverifikasi kebenarannya dari berbagai pihak,” katanya.

Menurutnya aplikasi ini cocok untuk pencari kerja, karena dengan dilampirkannya data lewat aplikasi tersebut maka dapat dipercaya oleh pihak yang membuka lowongan kerja.

BACA JUGA : Kabar Gembira, Mahasiswa Luar Daerah Bisa Vaksin

Aplikasi itu kemudian secara bersama-sama diluncurkan oleh PT Wesclic Indonesia Neotech pada Jumat (28/10/2021). Komisaris Weslic Yanakaryan mengatakan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jogja ikut berperan dalam aplikasi seperti UMY, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas, Universitas Amikom dan Universitas Aisyiyah. Para mahasiswa tersebut rata-rata memiliki kemampuan akademik yang unggul di kampusnya dan mereka mendapatkan beasiswa dalam menempuh kuliah.

“Kami tentu berharap pemerintah memberikan respons positif terhadap karya anak bangsa, mereka membuatnya lewat proses kreatif,” katanya.