Cegah Kecelakaan Kerja dengan Teknologi Kecerdasan Buatan

Tangkapan layar penggunaan teknologi kecerdasan buatan. - Ist.
21 November 2021 05:27 WIB Sunartono Tekno Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah perangkat lunak menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan mulai dikembangkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan konstruksi yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Cara kerja perangkat dengan menggunakan media kamera CCTV yang mendeteksi alat pengaman yang digunakan para pekerja.

Pengembangan teknologi ini menggunakan on site monitoring yang merupakan sistem pengawasan menggunakan media kamera CCTV dan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi kelengkapan alat pengaman yang dipakai para pekerja konstruksi di lapangan. On Site Monitoring dapat dipantau secara realtime oleh manajemen QHSE melalui software pada komputer.

Head of AI Division Widya Robotic Ruby Abdullah menjelaskan selain di bidang konstruksi, teknologi ini bisa digunakan untuk sektor kesehatan, industri, pencegahan bencana, pendidikan dan pertanian.

“Setelah perusahaan menggunakan teknologi ini, selain menekan risiko kecelakaan pada lokasi konstruksi, diharapkan mereka mampu meningkatkan produktivitas dan atau mengurangi biaya operasional maupun produksi,” katanya, Sabtu (20/11/2021).

Perangkat ini dapat mendeteksi alat pengaman diri seperti helm, kacamata safety, rompi dan body harness, sarung tangan hingga sepatu safety. Serta mendeteksi apa pun sesuai kebutuhan karena dasar dari komputasi dari teknologi ini adalah image processing sehingga jika ada penambahan objek atau alat pengaman tambahan juga dapat dideteksi.

“Saat ini On Site Monitoring telah digunakan oleh tiga perusahaan konstruksi di Indonesia. Beberapa fiturnya seperti select camera, detect APB Vault dan Dashboard analytics untuk APB Vault,” katanya.

CEO Widya Robotics Alwy Herfian Satriatama menilai keberadaan perangkat ini sejalan dengan upaya peningkatan jumlah pembangunan di Indonesia. ”Kami mengembangkan teknologi ini karena produk buatan dalam negeri di bidang kecerdasan buatan, harapannya bisa bersaing memenuhi kebutuhan tersebut, bahkan dengan biaya yang lebih murah,” katanya.