Simak, Ini Perbedaan Jaringan 3G, 4G, dan 5G

Ilustrasi jaringan internet 3G, 4G, dan 5G - freepik
08 Januari 2022 07:07 WIB Tresia Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jaringan 5G sudah menjadi fitur beberapa smartphone keluaran terbaru di Indonesia. Jaringan 5G memiliki perbedaan dengan jaringan 3G, dan 4G.

Saat ini, banyak industri teknologi mengeluarkan smartphone dengan menyematkan fitur jaringan internet 5G. Banyak orang menilai jaringan 5G mampu memberikan kecepatan internet yang lebih baik. Benarkah demikian?

Melansir dari situs rantcell, pada Jumat, (7/1/2022) Huruf "G" adalah sebuah singkatan dari generation atau generasi. Artinya, 5G merupakan pembaruan jaringan dari 4G, sementara 4G adalah pembaruan 3G, dan seterusnya.

Saat jaringan tersebut terhubung ke internet, kecepatan koneksinya akan bergantung pada kekuatan sinyal yang ditampilkan dalam singkatan seperti 3G, 4G, 5G. Hal itu berlaku di perangkat seluler apa pun. Berikut perbedaan di setiap generasi jaringan seluler, baik 3G, 4G, dan 5G. 

1. Jaringan 3G (2001)

Jaringan 3G menjadi awal mula internet dapat diakses melalui telepon genggam. Pada masa itu, Blackberry dan Apple adalah handphone dengan sejuta umat yang menjadi merek paling memanfaatkan teknologi ini.

Diketahui, standar 3G menggunakan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) sebagai arsitektur jaringan intinya. Jaringan 3G menggabungkan aspek jaringan 2G dengan teknologi dan protokol baru untuk memberikan kecepatan data yang jauh lebih cepat.

Dengan menggunakan packet switching, teknologi asli ditingkatkan untuk memungkinkan kecepatan hingga 14 Mbps. Ini menggunakan Jaringan Nirkabel Wide Band yang meningkatkan kejelasan. Ini beroperasi pada kisaran 2100 MHz dan memiliki bandwidth 15-20 MHz.
Beberapa fitur utama dari 3G:

  • Kecepatan hingga 2 Mbps
  • Peningkatan bandwidth dan kecepatan transfer data
  • Kirim/terima pesan email berukuran besar
  • Kapasitas besar dan kemampuan broadband.

2. Jaringan 4G (2009)

Norwegia, Swedia Stockholm, dan Oslo adalah negara pertama yang resmi menghadirkan jaringan 4G pada tahun 2009, keunggulan jaringan 4G membuat aktivitas kreatif di internet mulai lahir karena kemutahirannya yang mampu melakukan transfer data bisa sampai 1Gbps.

Perbedaan utama antara 3G dan 4G adalah kecepatan data. Ada juga perbedaan besar antara teknologi 3G dan 4G. Teknologi utama yang memungkinkan 4G adalah MIMO (Multiple Input Multiple Output) dan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).

Standar 4G yang paling penting adalah WiMAX dan LTE. Sementara 4G LTE adalah peningkatan besar dari kecepatan 3G, secara teknis ini bukan 4G. Apa perbedaan antara 4G dan LTE?

Bahkan setelah tersedia secara luas, banyak jaringan yang tidak mencapai kecepatan 4G yang dibutuhkan. 4G LTE adalah “evolusi terbaru dari 4G”, yang mampu menghadirkan koneksi internet yang sangat cepat dan aman.

Pada dasarnya, 4G adalah standar yang telah ditentukan untuk koneksi jaringan seluler. 4G LTE adalah istilah yang diberikan untuk jalur yang harus diikuti untuk mencapai standar yang telah ditentukan.

Beberapa fitur dari 4G LTE:

  • Mendukung multimedia interaktif, suara, video
  • Kecepatan tinggi, kapasitas tinggi, dan biaya rendah per bit (Kecepatan hingga 20 Mbps atau lebih)
  • Jaringan seluler global dan skalabel.
  • Jaringan ad hoc dan multi-hop.

3. Jaringan 5G (2020)

Jaringan 5G mulai menghiasi jaringan seluler, kehadirannya pada beberapa smartphone keluaran baru mulai menjadi incaran. Karena, kecepatan akses data yang dimilikinya Jaringan 5G diklaim mampu 20 kali lebih cepat dibandingkan jaringan 4G. Connection density 5G mampu menampung 1 juta device per km2.

Jaringan 5G sudah digunakan di beberapa negara, namun masih menjadi wacana di Indonesia meski beberapa smartphone besutan merek terkenal mulai menggunakan jaringan ini.

Antena aktif 5G yang dienkapsulasi dengan MIMO masif 5G digunakan untuk menyediakan koneksi yang lebih baik dan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Antena array 5G besar dikerahkan untuk mendapatkan informasi beamforming tambahan dan mengatasi tantangan propagasi yang dialami pada rentang frekuensi mmWave.

Lebih lanjut, jaringan 5G yang dipadukan dengan arsitektur network slicing memungkinkan operator telekomunikasi untuk menawarkan konektivitas yang disesuaikan berdasarkan permintaan kepada pengguna mereka yang mematuhi Service Level Agreement (SLA).

Kemampuan jaringan yang disesuaikan tersebut terdiri dari latensi, kecepatan data, latensi, keandalan, kualitas, layanan, dan keamanan. Dengan kecepatan hingga 10 Gbps, 5G diatur menjadi 10 kali lebih cepat dari 4G.

Sumber : JIBI/Bisnis.com