Dua Orang Ini Jadi Miliarder NFT Pertama di Dunia

Devin Finzer dan Alex Atallah - JIBI/Bisnis.com
08 Januari 2022 11:07 WIB Jessica Gabriela Soehandoko Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pendiri startup blockchain, OpenSea, mendapatkan pendanaan baru sehingga nilai perusahaan naik dalam waktu enam bulan.

Perusahaan yang sebelumnya memiliki nilai sebesar US$1,5 miliar kini telah bernilai US$13,3 miliar. Dua pendiri, Devin Finzer dan Alex Atallah masing-masing punya kekayaan sekitar US$2,2 miliar menurut perkiraan Forbes, dengan perkiraan 18,5 persen saham di OpenSea.

NFT adalah file komputer yang digunakan untuk melacak kepemilikan aset digital unik seperti seni, musik dan bahkan blockchain. OpenSea didirikan empat tahun yang lalu, merupakan startup yang berbasis di New York City, pemain awal di pasar NFT pada awal tahun 2021.

OpenSea menyebut dirinya sebagai platform peer-to-peer dimana pengguna dapat membuat, membeli, dan menjual semua jenis NFT, dengan imbalan potongan sebesar 2,5 persen dari setiap penjualan.

Finzer dan Atallah yang masing-masing berusia sekitar 30 tahun, memiliki riwayat hidup seperti miliarder teknologi muda kebanyakan.

Finzer, CEO, dibesarkan di Bay Area, menempuh pendidikan di Brown University dan bekerja sebagai insinyur perangkat lunak di Pinterest. Pada tahun 2015, dirinya mendirikan startup pertamanya yakni sebuah mesin pencari bernama Claimdog dan kemudian dijual ke Credit Karma.

Chief Technology Officer kelahiran Colorado, Atallah, terbukti menjadi ahli spreadsheet sejak usia muda. Saat dirinya menjadi mahasiswa di Stanford, Atallah bekerja di Palantir dan setelah lulus dirinya bekerja di startup Silicon Valley, Zugata dan Whatsgoodly.

Pada Januari 2018, keduanya bekerja sama untuk akselerator startup Y Combinator dengan ide untuk membayar pengguna crypto untuk membagikan hotspot Wi-Fi mereka. Namun, CryptoKitties, salah satu contoh NFT yang paling awal menangkap imajinasi mereka. Akhirnya, mereka dengan cepat berputar untuk meluncurkan OpenSea.

Kini, OpenSea telah mengumpulkan lebih dari US$420 juta dari investor. OpenSea mengatakan berencana untuk meningkatkan jumlah karyawannya, dengan fokus pada tim.

Kini, OpenSea menghadapi persaingan yang meningkat yakni dari Coinbase yang pada bulan Oktober mengumumkan rencana untuk meluncurkan pertukaran NFT sendiri dan adanya potensi penipuan di NFT oleh para kritikus.

Kemudian, pada bulan September, Finzer meminta pengunduran diri kepala produk OpenSea setelah dia diketahui membeli NFT sesaat sebelum ditayangkan di pasar. Selain itu, baru-baru ini sebuah galeri seni New York dilaporkan mengklaim bahwa NFT senilai US$2,2 juta telah dicuri darinya dan terdaftar di OpenSea.

Jika perusahaan dapat menavigasi, maka kekayaan yang diperoleh juga akan menjadi lebih besar. Diketahui bahwa sebesar US$23 miliar NFT dipertukarkan secara virtual pada tahun 2021.

Dilansir dari Forbes, Finzer sendiri mengatakan bahwa visi misinya adalah menjadi tujuan bagi ekonomi digital terbuka yang baru untuk berkembang.

Sumber : JIBI/Bisnis.com