Gamatechno Launcing Dua Aplikasi Baru

Direktur Utama PT Gamatechno Indonesia, Muhammad Aditya Arief Nugraha bersama Direktur PT Gamatechno Indonesia Endy Arif Budyanto saat meluncurkan dua produk Workspace dan Sidig di Kaliurang, Kamis (13/1/2021) - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
14 Januari 2022 15:07 WIB Abdul Hamied Razak Tekno Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Mengawali 2022, perusahaan teknologi milik Universitas Gadjah Mada (UGM), Gamatechno kembali menghadirkan inovasi baru, Workspace dan Sidig. Kedua produk aplikasi baru tersebut diharapkan bisa menjadi solusi digital bagi kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama PT Gamatechno Indonesia, Muhammad Aditya Arief Nugraha mengatakan meskipun tidak menjadi start up Gamatechno tidak berhenti untuk terus berinovasi. Hal itu dibuktikan dengan peluncuran dua produk digital yaitu Workspace dan Sidig. "Kedua aplikasi ini memiliki fungsi dan segmen market yang berbeda," katanya kepada awak media, Kamis (13/1/2021).

Dijelaskan Adit, produk Workspace dibangun sebagai official instant messaging bagi unit usaha yang memiliki banyak karyawan. Workspace diproyeksikan sebagai all in one tools yang berguna untuk komunikasi dan kolaborasi internal perusahaan, antara managemen dengan karyawan.

"Workspace ini bisa menjadi solusi dari kekurangan sejumlah produk instant messaging yang saat ini digunakan. Baik dari sisi desain maupun keamanan datanya," kata Adit.

Salah satu fitur yang dihadirkan dalam Workspace adalah fitur chatbot. Fitur ini berfungsi untuk segala urusan personalia yang kemudian akan dilakukan secara otomatis by sistem. "Nanti setiap orang bisa bertanya langsung dan bisa dijawab secara otomatis sehingga itu memudahkan karyawan," katanya.

Baca juga: Cara Downgrade Windows 11 ke 10

Adapun Sidig, jelas Direktur PT Gamatechno Indonesia Endy Arif Budyanto merupakan plafrom yang dapat dimanfaatkan untuk hal yang berkaitan dengan garansi produk dari produsen. Aplikasi ini bisa lebih mengoptimalkan layanan after sales kepada pelanggan.

"Kalau kartu garansi hilang maka konsumen tidak dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. Maka Sidig bisa menjadi solusi bagi pelanggan untuk memanfaatkan fasilitas kartu garansi," katanya.

Menurut Adit, hingga kini masih banyak barang atau produk yang mengharuskan mengisi garansi itu secara manual. Kondisi ini membuat produsen tidak mengetahui siapa saja profil pembelinya. "Nah kami melihat celah tersebut sebagai peluang untuk membuat aplikasi Sidig. Sudah ada beberapa manufaktur yang kami bidik dan akan terus kami perluas," jelasnya.

Adit berharap, diusia 17 tahun Gamatechno tetap bisa eksis dan terus berinovasi. Gamatechno juga berupaya mendorong industri untuk segera melakukan akselerasi implementasi teknologi informasi untuk menghadapi era industri 4.0, society 5.0 yang menuntut perusahaan beradaptasi dengan teknologi. "Kami juga akan terus mendorong munculnya startup-startup baru dan menjadi solusi digital company," harapnya.