Advertisement

Terdekat Sejak 100 Tahun, Asteroid Sebesar Gedung Pencakar Langit Dekati Bumi 18 Juli

Mia Chitra Dinisari
Senin, 18 Juli 2022 - 03:37 WIB
Sirojul Khafid
Terdekat Sejak 100 Tahun, Asteroid Sebesar Gedung Pencakar Langit Dekati Bumi 18 Juli Batuan luar angkasa asteroid

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Asteroid seukuran gedung pencakar langit akan melesat melewati Bumi dalam jarak dekat 17 Juli 2022 waktu AS atau 18 Juli WIB. Asteroid yang diberi nama 2022 KY4 itu, untungnya, akan berjarak sekitar beberapa juta mil dari bumi sehingga tidak akan membahayakan bumi.

Melansir Livescience, asteroid itu diprediksi berukuran gedung pencakar langit 50 lantai, dan akan membuat pendekatan terdekatnya ke planet kita dalam hampir 100 tahun.

Batu ruang angkasa yang gemuk, dijuluki 2022 KY4, akan dengan aman melewatkan Bumi sekitar 3,8 juta mil (6,1 juta kilometer), atau lebih dari 16 kali jarak rata-rata antara Bumi dan bulan, menurut NASA. Ini jauh lebih jauh daripada asteroid 2022 NF, yang datang dalam jarak 56.000 mil (90.000 km) - atau sekitar 23% jarak rata-rata antara Bumi dan bulan - pada 7 Juli.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Asteroid 2022 KY4 berdiameter sekitar 290 kaki (88 meter) pada titik terluas yang terlihat dan bergerak dengan kecepatan sekitar 16.900 mph (27.000 km / jam) - sekitar delapan kali lebih cepat dari peluru senapan yang melaju, menurut NASA.

BACA JUGA: Tinggal 5 Hari, Google, Facebook, hingga Whatsapp Terancam Diblokir

Batu ruang angkasa itu telah melakukan beberapa pendekatan dekat ke Bumi sebelumnya, yang terbaru pada tahun 1959 dan 1948. Asteroid itu tidak akan melakukan pendekatan dekat lagi ke planet kita sampai Mei 2048, menurut perhitungan NASA.

NASA dan badan antariksa lainnya memantau dengan cermat ribuan objek dekat Bumi seperti ini. Bahkan jika lintasan asteroid menempatkannya jutaan mil dari planet kita, ada kemungkinan yang sangat kecil bahwa orbit asteroid dapat bergeser sedikit setelah berinteraksi dengan gravitasi objek yang lebih besar, seperti planet; bahkan pergeseran kecil seperti itu berpotensi menempatkan asteroid pada jalur tabrakan dengan Bumi pada penerbangan melintas di masa depan.

Karena itu, badan antariksa menganggap pertahanan planet sangat serius. Pada November 2021, NASA meluncurkan pesawat ruang angkasa yang membelokkan asteroid yang disebut Double Asteroid Redirection Test (DART), yang akan menghantam langsung ke asteroid Dimorphos selebar 525 kaki (160 m) pada musim gugur 2022.

Tabrakan itu tidak akan menghancurkan asteroid itu. , tetapi itu mungkin sedikit mengubah jalur orbit batu ruang angkasa, Live Science melaporkan sebelumnya. Misi ini akan membantu menguji kelayakan defleksi asteroid, jika beberapa asteroid di masa depan menimbulkan bahaya bagi planet kita.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Partai Besutan Amien Rais Beri Sinyal Dukung Anies Baswedan di 2024

Jogja
| Selasa, 27 September 2022, 06:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement