Advertisement

Indonesia & Korea Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Keamanan Siber, Kesepakatan Diteken di Jogja

Yosef Leon
Jum'at, 22 Juli 2022 - 16:07 WIB
Budi Cahyana
Indonesia & Korea Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Keamanan Siber, Kesepakatan Diteken di Jogja Penandatanganan kerja sama antara BSSN dengan Korea Internet & Security Agency (KISA) pada Kamis (21/7/2022) di Museum sandi Kota Jogja. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menandatangani kerja sama dengan Korea Internet & Security Agency (KISA) pada Kamis (21/7/2022) di Museum Sandi Kota Jogja.

Kolaborasi siber kedua negara itu diharapkan dapat saling bertukar dan membagikan pengetahuan, keahlian, dan pengalaman terkait manajemen risiko dan insiden keamanan siber, serta penelitian dan pengembangan teknologi keamanan siber.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Dorong Koperasi Konvensional Beralih ke Modern

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Kerja sama ini akan berlaku untuk jangka waktu empat tahun terhitung sejak tanggal ditandatangani,” kata Kepala BSSN, Hinsa Siburian.

Dia menyebut kerja sama kapasitas keamanan siber antara BSSN dan KISA diharapkan terus dilakukan secara berkala dalam upaya meningkatkan kemampuan para personel BSSN. Hal ini dilatarbelakangi oleh produk keamanan siber Korea yang cukup mapan serta dapat pula memperkuat kemampuan dan teknologi keamanan siber yang dimiliki oleh BSSN.

Selain itu, lembaganya juga mengharapkan agar KISA dapat mendukung implementasi program pembangunan Indonesia Cyber Security Vocational Center yang saat ini sedang ditangani oleh Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Ruang lingkup kerja sama itu meliputi pelatihan, lokakarya, seminar, praktik terbaik, keahlian, berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam hal kesadaran keamanan siber, ancaman keamanan siber, manajemen risiko keamanan siber, manajemen insiden dan tanggap insiden keamanan siber, penelitian dan pengembangan teknologi keamanan siber, pelindungan infrastruktur informasi vital, dan tanda tangan digital dan autentikasi.

“Selain itu kami juga sepakat dalam program pertukaran SDM untuk memfasilitasi pengembangan keamanan siber nasional, kerangka hukum dan peraturan perundang-undangan, pelatihan, penelitian dan pengembangan,” ujar Hinsa.

Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra mengatakan Korea bertengger di peringkat keempat dunia dan nomor satu di Asia dalam hal pengelolaan keamanan ruang siber. “Fokus utama kami pada penguatan kapasitas SDM dan teknologi yang nantinya diwujudkan lewat keberadaan Poltek SSN,” ucap dia.

Advertisement

BACA JUGA: Parangtritis Akan Disulap Jadi Kawasan Wisata Malam, Begini Konsepnya

Pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara dan Indonesia belakangan ini sangat cepat. Perlindungan keamanan siber diharapkan pula selaras untuk menjaga keamanan data dan perlindungan konsumen di Indonesia.

“Ini menjadi peluang sekaligus tantangan serta privasi data masyarakat bisa dijaga dan diperhatikan,” kata dia.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Belum Semua Terealisasi, Regulasi Kuliah di Luar Kampus Perlu Diatur Lebih Detail

Jogja
| Selasa, 27 September 2022, 08:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement