Advertisement

Kominfo Luncurkan 58 Buku Literasi Digital, Upaya Genjot Pengetahuan Masyarakat

MG Noviarizal Fernandez
Rabu, 17 Agustus 2022 - 01:37 WIB
Sirojul Khafid
Kominfo Luncurkan 58 Buku Literasi Digital, Upaya Genjot Pengetahuan Masyarakat Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkasi meluncurkan 58 buku digital kolaborasi. Peluncuran buku ini agar masyarakat bisa menggunakannya untuk kebutuhan literasi digital secara masif, terutama untuk pendidikan.

Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang dilakukan oleh Kemenkominfo pada 2021, saat ini Indonesia masih menduduki kategori menengah dalam hal kapasitas literasi digital dengan nilai angka sebesar 3,49 dari 5,00.

Dewan Pengarah Siberkreasi, Donny Budi Utoyo, menyatakan toleransi yang ada saat ini adalah hasil dari tingkat literasi yang tinggi serta kebebasan berekspresi. Tingkat toleransi semakin tinggi jika apresiasi dan etika ini ada ketika berpendapat.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Kebebasan berekspresi ini nggak bisa dipisahkan dengan etika dan toleransi. Mereka ini harus jadi satu. Jika tidak, bisa menimbulkan masalah bahkan bisa berujung ke ranah hukum. Alangkah indahnya jika ada perbedaan pendapat, ya diberikan juga tempat untuk berdiskusi secara baik,” ujarnya, Selasa.(16/8/2022).

BACA JUGA: Dianggarkan Rp392,02 Triliun, Ini Rencana Pembangunan Infrastruktur Tahun Depan

Amelinda Kusumaningtyas dari Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada menamnahkan bahwa buku-buku yang diluncurkan merupakan bentuk dari riset tentang perubahan-perubahan sosial yang disebabkan oleh transformasi digital.

"Buku yang kami buat ada tentang ekonomi digital yang menjelaskan tentang pemanfaatannya seperti apa, implikasi ke pemberdayaan perempuan dan inovasi digital apa yang terbentuk ketika Covid-19 terjadi. Buku yang kedua membahas tentang ketidaksetujuan kami dengan doxing. Apapun alasannya, perundungan di dunia maya bukan suatu hal yang bisa dijustifikasi. Dari situlah kami membahas kira-kira langkah apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan awareness dan mencegah cyberbullying," jelasnya.

Selain itu, ada juga buku-buku yang dihasilkan oleh tim Jaringan Pegiat Literasi Digital, membahas tentang panduan dan bagaimana posisi perempuan di dunia daring secara cermat dan bermedia sosial secara bijak. Jaringan ini meluncurkan 15 buku yang terbagi menjadi buku kolaborasi, buku panduan, dan buku khusus yang mengajarkan empat pilar Literasi Digital.

Beberapa pihak yang turut terlibat dalam kolaborasi ini seperti Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada, Common Room, Klinik Digital Universitas Indonesia, ICT Watch, serta Masyarakat Antifitnah Indonesia. Buku tersebut diunduh di portal literasidigital.id.

Advertisement

BACA JUGA: Beredar Kabar Gaji PNS Naik, Pidato Nota Keuangan Jokowi Bahas Ini soal ASN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

134 Orang Meninggal Dunia di Bantul Sepanjang Tahun Ini karena Kecelakaan Lalu Lintas

Bantul
| Rabu, 05 Oktober 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement