Advertisement

Ini Penjelasan Telkom tentang Dugaan Kebocoran Data Pelanggan Indihome

Rahmad Fauzan
Senin, 22 Agustus 2022 - 10:17 WIB
Budi Cahyana
Ini Penjelasan Telkom tentang Dugaan Kebocoran Data Pelanggan Indihome Ilustrasi. - Harian Jogja/Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumlah klaim disampaikan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) terkait dengan dugaan bocornya data pelanggan Indihome. Klaim tersebut mulai dari keaslian data hingga kekuatan keamanan perlindungan data yang dimiliki perusahaan.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan, perusahaan meragukan keaslian data-data yang diperjualbelikan oleh para peretas. Sebab, dia menemukan sejumlah kejanggalan dari hal-hal tersebut.

BACA JUGA: Hendak Terbitkan IPL Tol Jogja-YIA, Ini yang Jadi Pertimbangan Pemda DIY

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Salah satu kejanggalan tersebut adalah alamat email yang dicantumkan bukan alamat resmi perusahaan.

“Alamat emailnya yang jadi sample itu @telkom.net. Kami saja di Telkom alamat emailnya @telkom.co.id. Alamat email saya dan teman-teman di Telkom adalah @telkom.co.id," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (21/8/2022).

Dia juga menambahkan, Telkom tidak pernah memberikan alamat surat elektronik kepada pelanggan Indihome. Dengan demikian, lanjutnya, informasi kebocoran data diragukan oleh perusahaan.

Telkom sendiri terus melakukan langkah-langkah pengecekan dan investigasi mengenai keabsahan data-data tersebut. Data-data pelanggan Indihome, sambungnya, bahkan sulit diakses oleh kalangan internal perusahaan.

Sebab, lanjut Reza, terdapat sistem enkripsi serta firewall yang berlapis untuk melindungi data perusahaan.  Bahkan menurutnya, kalangan internal Telkom sendiri sulit mengakses data perusahaan tersebut.

 “Saya pastikan data sampling salah,” tegasnya.

Advertisement

Lebih jauh, dia menduga data-data history browsing tersebut diambil hackers karena adanya akses yang dilakukan pelanggan ke situs-situs terlarang yang mengandung malware.

BACA JUGA: Warna-Warni Puluhan Layangan Warnai Langit Pantai Samas

Dia menjelaskan, jumlah pelanggan Indihome saat ini sebanyak 8 juta pelanggan, sedangkan data browsing history yang diklaim hackers sebanyak 26 juta data history.

Advertisement

Dengan demikian, dia meminta agar pelanggan Indihome lebih bijak dalam mengakses internet serta tidak mengakses situs-situs terlarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemkot Jogja Waspadai Inflasi Melonjak di Akhir Tahun

Jogja
| Rabu, 05 Oktober 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement