Advertisement

Tentang Kasus Data Pribadi Bocor, Menkominfo: Jangan Salahkan Pihak Lain

Khadijah Shahnaz
Minggu, 04 September 2022 - 01:37 WIB
Sirojul Khafid
Tentang Kasus Data Pribadi Bocor, Menkominfo: Jangan Salahkan Pihak Lain Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate saat agenda Digital Innovation Network (DIN) G20, Sabtu (3/9/2022). - Bisnis / Khadijah Shahnaz

Advertisement

Harianjogja.com, BADUNG—Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengimbau agar masyarakat bisa menjaga data pribadi lebih ketat, agar tidak terjadi kebocoran data alih-alih menyalahkan pihak lain.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, menjelaskan dugaan kebocoran data 1,3 miliar data kartu SIM, data privasi seperti nomor induk kependudukan (NIK) harus dijaga.

"Tidak boleh hanya salah-salahan, tetapi harus dicari penyebabnya dan di mana," jelas Johnny dalam pembukaan Digital Innovation Network (DIN) G20, Sabtu (3/9/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Johnny juga menegaskan masyarakat jangan menyalahkan pihak manapun, tetapi harus bisa menjaga dan mengontrol terkait data pribadi agar tidak dipakai orang selain diri sendiri. Dia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga data pribadinya yang berupa NIK agar tidak disalahgunakan oleh orang lain. Masyarakat diminta memiliki tanggung jawab atas NIK-nya sendiri.

BACA JUGA: Dibanderol Mulai Rp1 Jutaan, Kenali Spesifikasi Vivo Y16

"Yang jadi soal di Indonesia ini, NIK yang sama bisa mempunyai SIM card yang banyak, yang mana itu oke juga, kalau punya sendiri. Kalau dipakai orang lain, karena tidak menjaga NIK-nya, pihak ketiga bisa mempunyai NIK kita," ujarnya.

Adapun, terkait dengan dugaan kebocoran data kartu SIM, Kemenkominfo saat ini sedang melaksanakan pemeriksaan awal untuk menelusuri risiko kebocoran, yang relevan dengan data terkini.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, meragukan 1,3 miliar data kartu SIM yang diduga bocor dan dijual di forum peretas. Menurutnya, data yang diklaim si pelaku berjumlah 1,3 miliar, sementara jumlah pengguna ponsel hanya sekitar 345,3 juta.

"Kalau lihat angka jumlah pengguna ponsel artinya enggak sampai 1,3 miliar pengguna seperti yang dikatakan bocor. Jadi kalau data yang bocor adalah data pengguna ponsel agak diragukan," katanya, Jumat (2/9/2022).

Advertisement

BACA JUGA: Jadwal Rilis iPhone 14 di Indonesia, Harga Rp17 Jutaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemkot Jogja Waspadai Inflasi Melonjak di Akhir Tahun

Jogja
| Rabu, 05 Oktober 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement