Advertisement

Ini Anjuran Kominfo Tentang Tren PHK di Startup

Khadijah Shahnaz
Senin, 05 September 2022 - 04:37 WIB
Sirojul Khafid
Ini Anjuran Kominfo Tentang Tren PHK di Startup Ilustrasi perusahaan rintisan (startup) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) - Dice Insights

Advertisement

Harianjogja.com, BADUNG—Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menilai ‘badai’ yang dihadapi perusahaan rintisan (startup) di Indonesia saat ini bisa diselesaikan dengan inovasi baru. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, menilai salah satu penyebab startup melakukan efisiensi dengan cara memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah bisnis yang tidak sesuai dengan pasar. 

"Coba mengikuti pasar dengan mencari gagasan atau inovasi yang baru," ujar Johnny di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (03/09/2022).

Dia pun menjelaskan, sejatinya, sektor usaha yang melakukan PHK bukan hanya teknologi saja. Menurutnya industri manufaktur juga mengalami tekanan sehingga memaksa mereka melakukan pengurangan karyawan. Di sisi lain, Johnny mennilai kehadiran teknologi turut memberikan dinamika tersendiri kepada industri manufaktur.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Rilis 7 September, Ada 3 Hal Baru di iPhone 14 Pro dan Pro Max

Menurutnya, kehadiran teknologi menjadi disrupsi bagi para pekerja di sektor manufaktur. Sebab, banyak perusahaan yang melakukan otomasi guna menggantikan peran para pekerja. Namun demikian, kehadiran teknologi sejatinya juga menghadirkan peluang baru bagi manusia. Dia meyakini, berkembangnya teknologi akan memunculkan lapangan kerja baru.

"Ruang Digital ini akan membuat pekerjaan baru yang melebihi pengurangan yang ada," jelasnya 

Johnny menyatakan terus bermunculannya startup unicorn baru, menjadi peluang bagi Indonesia untuk menambah jumlah startup berstatus decacorn. Menurutnya, hal itu bisa dicapai dengan berbagai cara, baik melalui merger akuisisi maupun pelebaran pasar yang meningkat dengan baik. 

“Mengingat proyeksi digital ekonomi Indonesia di tahun 2030 sekitar US$315,5 miliar, atau hampir setara dengan 42 persen digital economy di Asean. Maka perlu kita siapkan dan bekerja bergandengan tangan bersama-sama,” tutup Johnny.

BACA JUGA: Ramai Data SIM Card Bocor, Begini Cara Cek Nomormu Aman atau Tidak

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemkot Jogja Waspadai Inflasi Melonjak di Akhir Tahun

Jogja
| Rabu, 05 Oktober 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement