Advertisement

Dituduh Monopoli Harga, Google Dituntut 21 Juta Pengguna Amerika

Asahi Asry Larasati
Rabu, 30 November 2022 - 08:27 WIB
Budi Cahyana
Dituduh Monopoli Harga, Google Dituntut 21 Juta Pengguna Amerika Ilustrasi Google - Bloomberg

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Google menghadapi gugatan dari lebih dari 21 juta pelanggan atas tuduhan toko aplikasinya, Google Play, menerapkan biaya selangit.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (29/11/2022), hakim federal AS meningkatkan status gugatan terhadap unit usaha Alphabet Inc. ini menjadi class action. Gugatan ini menyatakan bahwa Google Play telah menyalahgunakan kekuasaannya atas penjualan dan distribusi aplikasi seluler Android.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sengketa konsumen merupakan bagian dari pertarungan antimonopoli luas yang juga mencakup tuntutan yang diajukan oleh jaksa agung dari puluhan negara bagian, Epic Games Inc., Match Group Inc. dan sekelompok pengembang aplikasi kecil.

Analis Bloomberg Intelligence Jennifer Rie menilai tindakan tersebut mengancam pendapatan miliaran yang dihasilkan oleh Google Play senilai miliaran dolar.

"Kami sedang mengevaluasi keputusan tersebut dan, setelah itu, kami akan menilai pilihan kami," jelas juru bicara Google.

Salah seorang pengacara konsumen Karma Giulianelli mengatakan gugatan yang disetujui oleh hakim mencakup pengguna Google Play sejak Agustus 2016 di 17 negara bagian dan teritori AS yang tidak diwakili dalam gugatan yang diajukan Juli 2021 oleh jaksa agung negara bagian. Hampir 70 juta konsumen dilindungi oleh gugatan negara.

Konsumen mengklaim Google menaikkan harga aplikasi Android dengan menerapkan potongan 30 persen dari penjualan di Google Play, dengan sedikit pengecualian.

Giulianelli mengatakan untuk perilaku anti-persaingan Google, perusahaan akan menawarkan diskon, lebih banyak subsidi dalam bentuk hadiah guna membawa pengguna ke pasarnya.

Pengacara Google Justin Raphael menolak kasus ini dilanjutkan sebagai class action. Dia mengatakan ada terlalu banyak perbedaan di antara transaksi aplikasi untuk mengelompokkan pengguna. Pasalnya, aplikasi memiliki harga dan struktur biaya yang bervariasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

JCW Sebut Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp10 M di Sleman Kini Diusut Penegak Hukum

Sleman
| Senin, 06 Februari 2023, 16:57 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement