Dilarang di AS, TikTok Minta Bantuan Instagram dan Facebook

Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik
19 September 2020 07:37 WIB Yustinus Andri DP Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Penyedia aplikasi media sosial TikTok meminta dukungan dari pesaingnya di bisnis media sosial, yakni Facebook Inc, guna melawan rencana Presiden Donald Trump untuk melarang operasi perusahaan asal China tersebut di AS.

Informasi itu muncul setelah bos Instagram Adam Mosseri mengunggah pendapatnya di akun Twitterya pada Jumat (18/9/2020) waktu setempat. Dalam cuitannya, Mosseri menilai larangan penggunaan TikTok di AS akan sangat buruk untuk Instagram, Facebook, dan internet secara lebih luas.

Baca juga: Facebook Luncurkan Platform untuk Bisnis Kecil yang Berjuang Selama Pandemi

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan pada Jumat bahwa TikTok dan WeChat besutan Tencent akan dilarang dari berbagai toko aplikasi AS mulai hari Minggu (20/9/2020).

Cuitan Mosseri itu pun dibalas oleh CEO interim TikTok Vanessa Pappas. Dia meminta agar Instagram dan induk usahanya yakni Facebook untuk bergabung dalam perjuangan hukumnya melawan Gedung Putih.

“Kami mengundang Facebook dan Instagram untuk secara terbuka bergabung dengan tantangan kami dan mendukung litigasi kami. Ini adalah momen untuk mengesampingkan persaingan kami dan fokus pada prinsip-prinsip inti seperti kebebasan berekspresi dan proses hukum yang sesuai," tulis Pappas dalam cuitannya, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (19/9/2020).

Baca juga: Caption Foto Bisa Sematkan Tautan tapi Berbayar, Begini Klarifikasi Instagram

Sebelumnya, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa dia merasa larangan terhadap TikTok di AS akan menjadi preseden buruk yang secara jangka panjang untuk industri teknologi.

Facebook dilarang di China, dan Zuckerberg mengatakan dia khawatir larangan TikTok oleh AS dapat membuka pintu bagi negara lain untuk melarang aplikasi atau layanan Facebook juga.

Tetapi Zuckerberg juga meminta pemerintah AS untuk mengambil sikap yang lebih kuat terhadap China, memperingatkan bahwa membubarkan perusahaan teknologi AS seperti Facebook mungkin membuka jalan bagi saingan China untuk mengambil tempat mereka.

Pada pidatonya di Universitas Georgetown musim gugur lalu, Zuckerberg menyinggung TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance Ltd. yang berbasis di China, dan mengkritik aplikasi tersebut atas tuduhan bahwa itu menyensor konten dari protes Hong Kong.

Ketika dikonfirmasi, mengenai dukungan dari Facebook Inc kepada TikTok, seorang juru bicara Facebook menolak memberikan komentar.

Sumber : Bisnis.com/Bloomberg