Pasar Ponsel Indonesia Dikuasai China

Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). - ANTARA FOTO/Septianda Perdana
11 November 2020 08:27 WIB Akbar Evandio Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Ponsel menjadi barang elektronik yang semakin luas dimiliki setiap individu di Tanah Air. Namun, pasar ponsel Indonesia dinilai masih akan didominasi oleh vendor China hingga akhir tahun ini. 

Pendiri dan pemerhati gawai dari komunitas Gadtorade Lucky Sebastian menilai vendor ponsel China masih menguasai pangsa pasar Tanah Air pada akhir tahun ini.

Lucky menilai bahwa hal ini dikarenakan hampir semua komponen ponsel pintar telah dibuat di China, dan orientasi vendor China sudah mengarah ke pasar global.

Baca juga: Pria Wajib Tahu, Jangan Menyimpan Ponsel di Kantong Celana Depan!

“Jadi mereka memiliki akses yang mudah kepada komponen, tenaga kerja yang murah, dan R&D [research & development] yang makin bagus, sehingga bisa menghasilkan ponsel berkualitas dengan harga sangat bersaing,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (11/10/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa vendor asal China juga melebarkan market sharenya ke area lain selain Asia, seperti Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.

“Hal tersebut juga yang menyebabkan pemain global yang dulu menguasai pasar, banyak yang kalah bersaing, sementara beberapa brand smartphone China makin dikenal, seperti OPPO, Vivo, Xiaomi, Huawei,” katanya.

Baca juga: Dukung Perfilman Nasional, IndiHome Luncurkan IndiHome Cinema

Dia juga menilai bahwa permintaan ponsel pintar terbesar adalah seri mid dan budget. Adapun, kelas kategori ini sangat dikuasai oleh vendor China, dan untuk membuat pangsa pasar naik tentunya harus memperbanyak seri ini.

“Bisa dilihat brand China untuk seri yang sama membuat variannya, misalnya dengan Pro, A, dan sedikit perubahan fitur dengan standar yang hampir semuanya sama, ini sangat menguntungkan karena terasa ada penyegaran tanpa harus melakukan R&D dari awal lagi yang mahal,” katanya.

Terakhir, dia menilai bahwa untuk pasar seperti Indonesia dengan adanya program sekolah dan bekerja daring, naka permintaan ponsel pintar dengan harga budget dan mid akan meningkat.

Tak jauh berbeda, Ketua Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI), Ali Soebroto mengatakan bahwa terdapat empat merek dari ponsel China yang hadir di pasar Tanah Air.

“Ponsel China [yang di Indonesia] bila digabung 4 merek ini sudah lama menguasai pasar Indonesia, tetapi kalau per merek mungkin bisa memberikan gambaran yang berbeda,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (11/10/2020).

Ali pun mengimbau agar ke depan pendataan mengenai pangsa pasar, pengapalan, dan tingkat penjualan juga dilakukan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan mewajibkan semua industri atau merek melaporkan hasil produksi dan penjualannya setiap bulan.

“Hasil ini dirangkum dan dipublikasikan ke publik, data ini jauh lebih akurat dari yang disajikan oleh perusahaan surveyor, asosiasi AIPTI sudah mengusulkan berkali-kali. Semoga dengan UUCK [Undang-Undang Cipta Kerja] bisa terwujud karena pekerjaan ini sederhana, tetapi tidak boleh dikerjakan oleh asosiasi,” katanya.

Riset pasar bisnis elektronik, Canalys, menunjukkan performa produsen ponsel China kembali mendominasi pasar Indonesia pada kuartal III/2020.

Oppo disebutkan menguasai 24 persen pangsa pasar Tanah Air dengan pertumbuhan -4 persen (year-on-year), disusul oleh Vivo yang menduduki peringkat dengan perolehan yang sama yakni 24 persen.

Sementara itu, Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar 17 persen dengan angka pertumbuhan minus 27 persen dari 2019. Posisi keempat diduduki oleh  raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung dengan 15 persen pangsa pasar Tanah Air.

Selanjutnya, ponsel pintar dari China, Realme menduduki peringkat kelima depan menguasai 14 persen pasar.

Sumber : Bisnis.com