Advertisement

Tahun 2027, Jaringan 5G Akan Kuasai 46 persen di Asia Tenggara dan Oseania

Rahmi Yati
Selasa, 19 Juli 2022 - 05:27 WIB
Sirojul Khafid
Tahun 2027, Jaringan 5G Akan Kuasai 46 persen di Asia Tenggara dan Oseania Tiang jaringan Swisscom AG yang dilengkapi dengan peralatan 5G di atas atap gedung Swisscom di Bern, Swiss, Kamis (4/7/2019). - Bloomberg/Stefan Wermuth

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA‚ÄĒLaporan terbaru Ericsson Mobility Report menunjukkan pada 2027, diperkirakan 60 persen trafik data¬†jaringan seluler global akan melalui jaringan 5G. Pada periode tersebut, 4,4 miliar langganan 5G juga diperkirakan akan tercapai.

Executive Vice President and Head of Networks Ericsson, Fredrik Jejdling, mengatakan bahwa langganan 5G global saat ini akan melewati capaian satu miliar pada akhir 2022. "Amerika Utara diperkirakan akan memimpin dunia dalam penetrasi langganan 5G dalam lima tahun ke depan, dengan sembilan dari setiap 10 langganan di wilayah tersebut diperkirakan akan jadi pengguna 5G pada tahun 2027," katanya, Senin (18/7/2022).

Pada 2027 itu, ujar Fredrik, layanan 5G juga diperkirakan akan mencakup 82 persen langganan di Eropa Barat, 80 persen di kawasan Dewan Kerja sama untuk Negara Arab di Teluk (Gulf Cooperation Council - GCC), dan 46 persen di Asia Tenggara dan Oseania.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Secara global, sambungnya, 5G diperkirakan akan mencakup hampir setengah dari semua langganan pada 2027 atau melampaui 4,4 miliar langganan. "Perkembangan traffic ini didorong oleh peningkatan penggunaan smartphone dan broadband seluler, serta digitalisasi masyarakat dan industri," sebutnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, statistik dan perkiraan baru-baru ini menyoroti kuatnya permintaan konektivitas data dan layanan digital yang ada saat ini.

BACA JUGA: Alasan Twitter dan Lainnya Belum Daftar PSE ke Kemenkominfo

Adapun yang diprediksi akan terjadi, imbuhnya, terlepas dari pandemi Covid-19 yang mendunia dan ketidakpastian geopolitik. Beberapa ratus juta orang juga jadi pelanggan broadband seluler baru setiap tahunnya.

"Sekitar seperempat populasi dunia saat ini memiliki akses ke cakupan 5G. Selama kuartal I/2022, terdapat penambahan sekitar 70 juta langganan 5G. Sedangkan pada 2027, sekitar tiga perempat populasi dunia akan dapat mengakses 5G," tutur Fredrik.

Sebagai tambahan, laporan ini juga menyoroti peningkatan pentingnya peran Fixed Wireless Access (FWA) dalam penyampaian layanan broadband. Ericsson memperkirakan jumlah koneksi FWA akan melebihi 100 juta pada 2022, angka yang diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2027, yakni mencapai hampir 230 juta.

Advertisement

BACA JUGA: Spesifikasi Nokia 5710 Xpress Audio yang Rilis Beberapa Waktu Lalu

Sementara untuk Internet of Things (IoT), laporan tersebut mencatat bahwa pada 2021, broadband IoT (4G/5G) mengambil alih 2G dan 3G sebagai teknologi yang menghubungkan bagian terbesar dari semua perangkat seluler yang terhubung dengan IoT, terhitung sebanyak 44 persen dari seluruh koneksi.

Teknologi IoT yang masif (NB-IoT, Cat-M) juga meningkat hampir 80 persen selama 2021, mencapai hampir 330 juta koneksi. Jumlah perangkat IoT yang terhubung dengan teknologi ini diperkirakan akan melampaui 2G/3G pada 2023.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemkot Jogja Waspadai Inflasi Melonjak di Akhir Tahun

Jogja
| Rabu, 05 Oktober 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement