Advertisement

Google hingga Meta Setop Rekrut Karyawan Karena Dampak Resesi AS

Khadijah Shahnaz
Kamis, 21 Juli 2022 - 02:37 WIB
Sirojul Khafid
Google hingga Meta Setop Rekrut Karyawan Karena Dampak Resesi AS Mark Zuckerberg, pendiri Meta Platforms Inc. - Bloomberg

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Amerika Serikat (AS) saat ini terancam mengalami resesi ekonomi. Hal ini berdampak pada beberapa perusahaan teknologi yang mulai memperlambat laju perekrutan karyawan hingga tahun depan.

Berdasarkan laporan Bloomberg dikutip dari India Times pada Rabu (20/7/2022) Apple, produsen teknologi asal AS yang memiliki nilai valuasi hingga US$ 3 triliun tersebut berencana memperlambat pertumbuhan perekrutan dan pengeluaran tahun depan di beberapa unit teknologinya.

Adapun Apple tetap akan agresif pada 2023 dengan meluncurkan headset VR-realitas, yang akan menjadi kategori baru utama pertama sejak 2015. Sesuai laporan tahunan terakhirnya, Apple memiliki sekitar 154.000 karyawan penuh waktu yang setara.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Selain Apple, induk perusahaan Google, Alphabet, berencana memperlambat laju perekrutan karyawan hingga tahun depan. Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya perusahaan menghadapi potensi resesi ekonomi AS.

Chief Executive Officer Sundar Pichai kepada karyawannya dalam sebuah email yang dikirimkan pada Selasa (12/7/2022) mengatakan perusahaan akan fokus pada perekrutan peran teknik, teknis, dan yang penting lainnya pada periode 2022 dan 2023.

BACA JUGA: Sudah Daftar di Kemenkominfo, Akhirnya Facebook, Instagram, dan Netflix Urung Diblokir

"Ke depan, kita harus lebih berwirausaha, bekerja dengan urgensi yang lebih besar, dan fokus yang lebih tajam. Dalam beberapa kasus, itu berarti mengkonsolidasikan investasi tumpang tindih dan merampingkan proses," kata Pichai dikutip dari Fortune, Rabu (13/7/2022).

Secara historis, Google tetap relatif kebal terhadap penurunan ekonomi di sektor teknologi. Tetapi, raksasa internet itu menghentikan perekrutan setelah krisis keuangan terjadi lebih dari satu dekade lalu.

Sebelumnya, Microsoft juga mengumumkan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.800 karyawannya. Kebijakan ini dilakukan di tengah periode ketidakpastian ekonomi yang belakangan berdampak pada sejumlah perusahaan rintisan.

Advertisement

Dilansir dari Bloomberg, Microsoft mengumumkan penyesuaian peran dan grup bisnis setelah akhir tahun fiskal (per 30 Juni 2022). Kebijakan PHK ini dilaporkan memengaruhi 1 persen dari total pegawai Microsoft, yang saat ini mencapai 180.000 orang. Tetapi, manajemen tidak menjelaskan secara spesifik kebijakan ini diterapkan pada regional atau divisi apa.

BACA JUGA: Tips Mengatasi Jaringan Wi-Fi yang Sering Lambat

"Hari ini kami menghapus beberapa posisi di perusahaan, dalam jumlah yang kecil. Seperti semua perusahaan, kami mengevaluasi prioritas bisnis secara reguler dan harus melakukan penyesuaian struktural," kata Microsoft.

Advertisement

Bloomberg juga menyebutkan Meta Platforms yang berisikan Facebook, Instagram dan WhatsApp akan  memangkas target perekrutan untuk insinyur setidaknya 30 persen tahun ini dan memperingatkan semua staf untuk bersiap menghadapi penurunan ekonomi yang parah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bloomberg

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

134 Orang Meninggal Dunia di Bantul Sepanjang Tahun Ini karena Kecelakaan Lalu Lintas

Bantul
| Rabu, 05 Oktober 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement