Advertisement

Sampah Antariksa Roket China Seberat 20 Ton Jatuh Melintasi Langit Sumatra

Nancy Junita
Selasa, 02 Agustus 2022 - 02:37 WIB
Sirojul Khafid
Sampah Antariksa Roket China Seberat 20 Ton Jatuh Melintasi Langit Sumatra Sampah antariksa dari roket China seberat 20 ton berukruan 30 meter jatuh di Samudra Hindia melintasi wilayah Sumatra bagian selatan dan Klimantan Barat pada 30 Juli 2022. - Dok. BRIN

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Sampah antariksa dari roket China seberat 20 ton dan berukuran 30 meter jatuh di Samudra Hindia. Benda ini melintasi wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan Barat.

Mengutip keterangan tertulis peneliti senior Badan Riset dan Inoveasi nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin, Senin (1/8/2022). “Sampah antariksa CZ5B, roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa RRC diprakirakan jatuh malam ini, 30-31 Juli 2022,” demikian pesan singkat Thomas Djamaludin.

Data malam itu menunjukkan bahwa bobot sampah sekitar 20 ton dengan ukuran 30 meter. Terpantau, Indonesia di wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan Barat terlintasi pada saat-saat akhir lintasan bekas roket, tulis Thomas.

Dia mengonfirmasi, bahwa sampah antariksa besar, bekas roket peluncuran RRT CZ5B berbobot sekitar 20 ton berukuran 30 meter terkonfirmasi atmospheric re-entry di Samudera Hindia, 30 Juli 2022 pada pukul 23.45 WIB. Sampah tersebut tidak berbahaya bagi biota laut di Samudra Hindia.

Data orbit dari pemantauan space-track.org menunjukkan titik jatuh di barat daya Indonesia.

BACA JUGA: PayPal Tetap Tak Daftar PSE, Kemenkominfo Lapor Kedubes AS

“Namun bisa jadi ada pecahannya yang mungkin tersebar sepanjang lintasan terakhir, orbitnya melintasi Sumatra bagian selatan. Bila ada penduduk yang melihat objek langit yang jatuh sekitar pukul 23.45 WIB segera melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN melalui email [email protected],” imbaunya.

Menurut Kepala Pusat Riset Antariksa, Emanuel Sungging Mumpuni, berdasarkan hasil analisis tim Riset Benda Jatuh Antariksa, sampah antariksa yang telah mengalami atmospheric re-entry tersebut akan jatuh di sekitar wilayah selatan Filipina, dan akan berada pada ketinggian 10 km di atas wilayah Sarawak Malaysia (Panah Merah).

Sungging mengatakan, proses benda jatuh antariksa ini juga berhasil direkam oleh pengamat di Lampung melalui Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL). Selanjutnya, di wilayah Malaysia, juga terpantau serpihan roket yang sama.

BACA JUGA: Traveloka Dapat Suntikan Modal dari BUMN Migas Thailand

Advertisement

"Serpihan roket telah terbakar semasa memasuki ruang udara bumi dan pergerakan serpihan yang terbakar berkenaan turut melintasi ruang udara Malaysia serta dapat dikesan di beberapa kawasan termasuk melintasi ruang udara sekitar negeri Sarawak," demikian informasi resmi dari Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI) melalui maklumat tertulis Agensi Angkasa Malaysia (MYSA), pada 31 Juli 2022.

Fenomena ini turut dibuktikan dengan kesaksian dari masyarakat di wilayah Malaysia yang berhasil merekam fenomena tersebut dari perangkat seluler mereka dan menjadi viral.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Jan Ethes Lancar Jawab Pertanyaan Wartawan, Warganet: Public Speakingnya Bagus

Jogja
| Senin, 08 Agustus 2022, 10:17 WIB

Advertisement

alt

10 Wisata Malam Menarik di Jogja, Yuk Samperin!

Wisata
| Sabtu, 06 Agustus 2022, 14:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement